Teriak Lantang

Ini adalah jalanku. Juru parkir pun tak aku kehendaki untuk berkerja di jalanku. Sifat diktatornya, menyuruhku memarkirkan kendaraanku. Demokrasi membuatku bebas memarkir kendaraanku.

Ini adalah jalanku. Ketika kaki berat untuk melangkah, maka aku akan melata. Dari pasir, kerikil, hingga batu gunung rutin bersinggah.

Ini adalah jalanku. Aku berjalan dari kehampaan, kalian berjalan dari ketersediaan. Namun aku tak akan mengeluh kepada Tuhan.

Ini adalah jalanku. Kerasnya material jalan ini tak membuatku bimbang. Sekali lagi aku teriakan dengan lantang, bahwa aku senang.

Ini adalah jalanku. Bukan hanya mimpi, fantasi, dan ilusi. Aku menggendong ambisi dan realisasi.

Ini adalah jalanku. Aku tak khawatir tentang asa di hari tua.

Hamidi Asfi Hanif
Kontrakan Gowongan, 1 Oktober 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s