Mata Jendela Dunia

Pernah merasa buta? Mungkin saat ini aku sedang mengalami kebutaan (lagi).

Saat matahari bersiap mengucapkan selamat tingal, aku terbangun dari tidur dan keluar dari gelapnya ruangan 3×3. Untuk sementara waktu, tempat itu memang menjadi markas untuk aku melakukan pertapaan. Gelapnya ruangan membuat pijakan kakiku mengarah pada sebuah indera penglihatan buatan. Suara prak membawa perasaanku ke antah berantah ketika destinasi ini ditentukan oleh rasa kalut.

Sebuah kacamata retak. Andai kacamata ini bisa berbicara, sudah pasti yang ia bicarakan pertama kali : “kamu lagi! kenapa kamu terus yang membuatku berkali-kali hancur” sembari tangannya bertolak pinggang. Ya, ini sudah kesekian kali aku membuat mata ini bercerai dengan kacamatanya. Apa mungkin di akhirat nanti kacamata-kacamata yang kuhancurkan akan meminta pertanggungjawaban atas semua perilaku di dunia?

Semua kekesalan ini diperburuk oleh wanita yang mengatasnamakan broken home untuk menjadi nakal yang membuat aku semakin lama untuk dapat kembali melihat.

Gowongan, 10 Oktober 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s