Idul Adha 1434 H

Di tahun kelima saya semenjak di Jogja, ini adalah shalat Idul Adha pertama saya di kota ini ketika jauh dari keluarga. Ini sangat spesial dikarenakan saya tak perlu begadang untuk menunggu waktu shalat, karena saya adalah tipikal orang yang sulit bangun pagi. Tadi malam saya putuskan untuk tidur lebih awal, dan Alhamdulillah efeknya saya bisa bangun dua jam sebelum waktu shalat ied dilaksanakan.  Dan saya putuskan untuk shalat di alun-alun utara Jogja.

815260035

Jam 6.15 saya sudah berada di titik nol kilometer Jogja. Di sini sudah ramai oleh masyarakat yang bermukim di Jogja untuk berbondong-bondong shalat di alun-alun utara. Mulai dari warga asli Jogja atau pun warga pendatang. Para pengemis musiman pun telah bersiap mengais rezeki dari para jamaah. Tiba-tiba mata ini tertuju pada spanduk berukuran 2×1 meter bertuliskan “Sampah Sisa Koran Letakan Di Keranjang” yang berada di samping gedung BNI 46. Saya tak mengerti maksud dari spanduk itu, koran? keranjang? sampah?

Awalnya saya pikir hanya ada satu keranjang saja di bawah spanduk itu, namun setelah saya berjalan ke arah selatan terdapat lebih dari lima keranjang yang saya lihat dan mungkin lebih jika saya mengitari alun-alun utara ini. Saya pun paham akan maksud dari spanduk itu. Spanduk itu mengisyaratkan para jamaah agar alas koran yang digunakan sehabis shalat Idul Adha tak ditinggal begitu saja, tapi diletakan ke keranjang-keranjang yang sudah disiapkan oleh para panitia shalat Idul Adha di alun-alun utara. Sebelum shalat dimulai, salah satu panitia sudah mengajak para jamaah untuk tak meninggal sisa-sisa koran itu begitu saja, namun diletakan di keranjang. Tentu saja terdengar oleh semua jamaah, panitia itu berbicara lewat pengeras suara masjid di sebelah barat alun-alun utara.

815270677

Selesai shalat Idul Adha saya tak langsung pulang, ada khutbah yang merupakan syarat rukun Idul Adha. Saya perhatikan ada beberapa jamaah yang langsung pulang, namun mata saya langsung tertuju pada tangan-tangan para jamaah yang pulang itu. Rasa lega saya rasakan karena melihat ada yang membawa alas koran itu untuk ditaruh di keranjang. Beberapa dari mereka pun banyak yang langsung pulang dan memilih untuk berfoto-foto daripada meluangkan beberapa detik dari waktu mereka untuk menaruh alas koran itu. Oh mungkin mereka tuli, oleh karena itu mereka tak mendengar kalau sudah diberitahukan ajakan dari panitia tadi. Oh mungkin mereka buta, oleh karena itu mereka tak melihat spanduk besar yang sudah dibuat oleh panitia. Atau mungkin mereka tuli dan buta.

815273513

 

Syukurlah ada beberapa orang berusia renta yang setia memunguti alas-alas koran itu. Mereka memunguti koran di seluruh area alun-alun utara hingga ke persimpangan nol kilometer. Padahal jika manusia yang lebih memilih foto-foto daripada sejenak menaruh alas koran ke keranjang, mungkin pekerjaan kakek pemungut alas koran sedikit terbantu. Walaupun sedikit yang kamu lakukan, banyak membantu kakek itu.

815273956

 

Ya namanya juga manusia, terkadang…

(Sumber Foto : Wahid)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s