Setara !

Siapa saya?
Saya manusia biasa
Jadi apakah anda mampu menyetarakan diri dengan saya yang manusia biasa?
Bukan hanya nampak sebagai pria yang telah dewasa
Maaf saya sulit berbicara dengan anda yang sulit juga meletakan posisi setara dengan saya

Advertisements

Cerita Pertama

Setelah semua berlalu
Tuhan menghadirkan kau ke ruangku

Ya
Kini kau yang tetap pertama
Kau urai sajak dengan gelak
Kau seret aksara penuh aroma
Dan sukma ku menyala

Gerimis menggelayuti siang
Tanpa muka tanpa raga
Aku datang menghampirimu
Aku jinjing keranjang malu
Sebut-sebut satu nama
Kau gadis labuhan hati
Akan ragu tak terhantar

Diiringi alunan air hujan
Aku terbius seperti sedia kala
Seketika kita tukar kata
Alpha beta charlie delta
Alif ba ta tsa
Kau kebingungan akan sejarah
Titik koma titik koma
Tak ada pakaian yang ku kenakan

Tangkupan dua koma telah terpecah
Semoga kau ceria
Lalu cerita apa ini?
Kau yang pertama, kau tak berbeda
Sadarku membentakku

Hamidi Asfi Hani
WC Gowongan, 13 November 2013

Sahabat

Ini kata itu rasa
Akal membatu jiwa membeku
Katakan LA untuk tidak
Biarkan ini hidup miliknya

Ini tembakau dan itu abu
Mari berpadu dan melepas rindu
Kau jauh dengan citamu
Aku merindu tetap menggagu

Di saat ini di saat itu
Kita berlalu berharap temu
Engkau semerbak aku terbahak
Inilah kita sahabat kelak

Setengah Dekade Bradda Souljah

2a9145961b1ee65b8736f49f86f930cb  185781_10150114396363290_26152888289_6326703_2129970_n

Saya masih kagum sampai sekarang dengan Braddasouljah bisa pelan-pelan berkawan dan menjadi saudara. Buat saya, Braddasouljah lebih dari sekedar “nama” yang diatribusikan kepada penggemar Souljah. Merekaadalah teman hidup saya. Percaya atau tidak,  di manapun, selalu ada kesamaan karakter Braddasouljah, diantaranya: pejuang untuk hidupnya, tidak putus asa, lapang dada menerima, dan mau berkembang.

To those who know who you are, I salute you.

(mengutip tulisan Danar Pramesti)

A_8-KCmCcAAwW1o A_8-lSJCQAA1yFV

 

Selamat untuk kita semua. Tak terasa sudah setengah dekade kita bersama (dan mungkin lebih). Semoga apa yang kita cita-citakan bersama bisa tercapai terlebih untuk keluarga kita ini.

Braddasouljah? Ketika gue mendengar kata itu, solid lah yang terlintas di kepala. Sebuah kesolidan yang menjelma menjadi persaudaraan.
Saudara? Ya, ketika ada diantara kita sedang tertimpa musibah. Kami layaknya barisan semut yang sering kamu lihat di dinding. Keakraban kami tak hanya saat Souljah sedang manggung. Ketika Souljah sedang tidak manggung, beberapa dari kami masih sering ada yang bersilaturahmi.
Semua pujian ini tak hanya gue tunjukan ke Braddasouljah Pusat (Jakarta), namun juga di kota lain seperti, Jogja, Solo, Bogor, Bandung, Makasar, serta kota-kota lainnya.
Hingga akhirnya tanpa terasa kebersamaan kita sudah mencapai umur 5 tahun (dan bahkan lebih). Tapi layaknya manusia, kita masih menjadi balita. Perjalan kita masih jauh untuk mengenal “dunia” ini. Kita masih kecil, masih banyak kesalahan-kesalahan, masih sedikitnya pengetahuan, tapi karena kita masih kecil, kita bisa banyak belajar dari mereka yang sudah berumur remaja atau bahkan dewasa.
Perjalanan kita masih jauh. Tetap semangat Braddasouljah, perbedaan bukan penghalang.

Hamidi Asfi Hani
Gowongan, 8 November 2013