Ibu

Ibu
Ibu.. Malam hampir ditelan pagi.
Aku sulit memejamkan mata,
kali ini aku benar-benar terjaga.
Ada engkau berupa menyerupai suara.

Ibu
Ibu.. Apakah engkau sedang meremas rindu?
Hingga membuatku disini sulit berteman dengan ketenangan?

Ibu
Ibu.. Mungkin tidak mungkin ubtuk melupakan masalalu,
aku sungguh tidak membencimu, aku-pun tidak melupakanmu.
Tapi aku sangat membenci merindukanmu!

Perlahan kau selalu hadir,
pagi, siang, senja, matahari tergulung bulan.
Kau selalu mendatangaiku,
dikala aku sedang bercermin.

Kenapa? Kenapa wajah ini menyerupaimu? Kenapa?
Kenapa aku selalu bisa melihatmu di cermin ini?
Tapi mengapa aku tidak bisa memelukmu di tubuhku?

Hamidi Asfi Hani
Kontrakan Gowongan, 22 Desember 2013
coppas: Tiga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s