Manusia Dikutuk Untuk Menjadi Bebas

Sifat manusia menjadi sebuah pajangan yang semakin lama terasa semakin penuh dengan kekosongan dan jauh dari esensi kemanusian

Hantu berwujud manusia melontarkan sesuatu yang memaksa aku dengan segala realita dunia

Jika berbicara tentang kepedulian sosial, manusia seketika menjelma menjadi Tuhan. Seperti kekuasaan pramuparkir atas kendaraan yang datang pergi bergantian

Aku sudah tak peduli jika hatiku terpenjara lagi, karena hidup di negeri ini diperlukan energi yang berjejalan dengan emosi

Nyaman bukan lagi sebagai zona aman untuk sebuah perasaan. Belas kasihan selalu dipupuk agar enggan beranjak. Apakah perlu hipokrit menjadi sebuah cara untuk bertahan?

Ibu pertiwi terus saja menangisi namun tak ada sesuatu yang bisa dia beri. Matahari pun sudah muak menerangi. Hati telah sepi untuk pribadiku sendiri

Kearifan berteman kemunafikan. Kejujuran melahirkan kebohongan. Karena ini zaman dimana Tuhan menenggak alkohol oplosan di pinggir jalan karena dikecewakan oleh manusia yang selalu memberi cobaan

Mata masih terjaga menyaksikan segala prahara. Manusia memang selalu banyak perintah yang berkamuflase disetiap penyakit yang bernama lupa, walau itu disengaja

Semoga tulisan mampu mengukirkan goresan di penglihatan mereka. Semoga perubahan bukan hanya harapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s