Siklus

Di teras ruang ini, aku dikunyah gelap. Mataku dirobek, tak lagi bisa terpejam. Bintang menjadi saksi, aku dibunuh sunyi. Kau datang menjinjing petaka. Untuk aku.

Di teras ruang ini, kau tak pernah memberi waktu. Secangkir cokelat panas dan beberapa linting marijuana pun enggan kusentuh. Kau pintar menghasut mereka. Jauh dariku.

Di teras ruang ini, aku belum binasa. Sedangkan kau akan segera binasa ditelan surya. Saat itulah aku bangkit dan menari riang di atas jasad mu. Itulah siklus antara kau dan aku. Malam.

Ruang Imaji – 69
21 Juli 2014 • 01:33