Nyaman

Taman kecil di depan sebuah rumah kontrakan menawarkan sebuah kenyamanan. Kelelahan terhapus oleh kesendirian yang bertemu taman yang sangat nyaman menjadi sebuah keselarasan yang sulit untuk ditinggalkan.

Susu dalam gelas keramik pun belum terlihat dasarnya. Sepertinya jiwa ini perlu tenggelam lagi di dalam gelas berisi susu. Ya agar hangat tetap menyelimuti.

Manusia-manusia sibuk berlalu lalang dengan beragam mimik wajah yang ditampilkan. Keriangan mereka berbanding lurus dengan kebimbangan hati ini. Ya seimbang seperti kurawa dan pandawa. Keseimbangan harus diperlukan.

Aku hanya melihat mereka dengan hati yang tenggelam di gelas susu. Aku tak ingin beranjak dahulu seperti matahari yang ingin pergi. Alasannya kuat. Nyaman.

Kontrakan Gowongan 204
26 September 2014 – 17:20 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s