Image

Renungan Sumpah Pemuda : Indonesia Harus Berani Melawan Tekanan Internasional

Generasi muda harus berani bersuara, berani tampil dan berani bertindak untuk menentang ketidakadilan hukum yang melarang penggunaan tanaman ganja. Itulah semangat hari Sumpah Pemuda yang kita peringati hari ini.

image

Sumpah Pemuda dibacakan pada waktu Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 oleh Soegondo Djojopoespito dan kemudian diuraikan oleh Moehammad Yamin. Saat itu para pemuda dan pelajar Indonesia menginginkan persatuan bangsa Indonesia yang solid dalam Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Dibawah tekanan penjajah, mereka berani tampil meneriakkan persatuan bangsa Indonesia untuk menentang pemerintah kolonial. Semangat seperti inilah yang patut kita jadikan contoh dalam usaha menentang pasal-pasal dalam UU Narkotika yang melarang tanaman ganja.

Undang-undang Nomor 35 Tentang Narkotika Tahun 2009 di Indonesia yang menempatkan tanaman ganja beserta turunannya ke dalam golongan 1 (satu) narkotika merupakan suatu kesalahan besar. Akibatnya, upaya pemanfaatan tanaman ganja yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia menjadi terhambat. Ganja memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk Kegunaan Medis dan Kegunaan Industri.

Kriminalisasi ganja telah terbukti menyengsarakan rakyat Indonesia. Mereka yang hanya karena menggunakan ganja saja bisa dihukum selama bertahun-tahun dipenjara. Didalam penjara para pemuda-pemudi Indonesia menjadi hancur, sebab didalam penjara mereka berubah menjadi kriminal yang sesungguhnya akibat bergaul dengan pelaku kriminal seperti maling, perampok, koruptor dan pembunuh. Selain itu, selama dipenjara para pemuda kita sering terpengaruh oleh para tahanan narkotika. Mereka yang tadinya hanya menikmati ganja saja akhirnya jadi ikut-ikutan mencoba narkotika yang sangat berbahaya seperti heroin, amphetamine, dll. Pemenjaran bagi pengguna ganja adalah tindakan yang sesat dan sangat berbahaya bagi masa depan generasi muda Indonesia.

Semua ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa. Kita harus mau berjuang memperbaiki kesalahan dalam pasal UU Narkotika yang melarang tanaman ganja. Kita harus berani menentang tekanan internasional terkait Konvensi Tunggal PBB 1961 tentang perjanjian narkotika yang menindas kedaulatan negara-negara di dunia untuk dapat mandiri dalam menyusun UU narkotikanya sendiri.

Perjuangan Legalisasi Ganja tidak hanya terjadi di negara kita saja tapi telah berlangsung lama di negara-negara lain seperti di Amerika dan Eropa. Di negara-negara Asia seperti Filipina, Malaysia dan Jepang pergerakan legalisasi sudah berjalan dan masih terus berkembang. Indonesia sebagai negara dengan penduduk yang besar harus berani menjadi sentra pergerakan legalisasi ganja di Asia. Tanaman ganja yang tumbuh di Atjeh disebut-sebut sebagai ganja dengan kualitas yang tinggi. Ini merupakan kebanggaan kita sebagai salah satu negara penghasil ganja terbaik di Asia.

Sumpah Pemuda merupakan simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam melawan tekanan politik Internasional terkait larangan ganja. Oleh karena itu maka legalisasi ganja harus terus diperjuangkan. Mari kita kobarkan semangat perjuangan ini, sama seperti ketika para pemuda Indonesia mengobarkan semangat juang dalam melawan penjajahan. (Via indoganja)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s