Tetek Bengek bukan Payudara Asma

“Sebagai suami, Wisnu juga mengurusi tetek bengek di dapur.”

Jika menggunakan makna denotasi maka pada gabungan kata Tetek Bengek adalah Payudara yang Sesak Nafas.
Dan jika mendengar kata payudara, maka tak bisa dipisahkan dengan wanita. Walaupun pria pun memilikinya, namun kata payudara punya kecenderungan untuk melekat pada kaum hawa karena sifatnya yang fungsional yaitu menyusui bayi.
Sedangkan bengek menurut kbbi adalah sesak napas.

Jika mengarah pada makna denotasi, maka kalimat diatas bisa berarti si Wisnu juga mengurusi payudara yang sesak napas.

Dan jika kalimat diatas membentuk makna konotasi, maka makna kias dari tetek bengek adalah hal yang kurang penting atau remeh/sepele. Gabungan kata tersebutlah disebut ungkapan atau idiom.

Untuk sekarang idiom tetek bengek belum bisa diterima sepenuhnya oleh pengguna bahasa indonesia. Baik digunakan dalam media massa, karya tulis ataupun disajikan dalam obrolan di media elektronik.

Namun, walaupun itu hanya ungkapan. Banyak orang yang tidak memahami idiom tersebut dan penggunaanya.
Banyak dari mereka mengartikannya beda, ya Payudara Asma.

Jika Tetek Bengek dibiarkan dan dianggap tabu, maka akan bernasib sama dengan mangkus dan sangkil.

Kentu ngan, 25 Nov 15

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s