Football Without Supporters is Nothing !

cn69

cn69

CN 69 coreo.

“Tidak ada TV-industri yang tampaknya peduli tentang para pendukung/tifosi, perlu diketahui bahwa tanpa gemuruh kerumunan para suporter, sepakbola bukanlah apa-apa. Sepakbola adalah gairah, dan akan selalu begitu. Tanpa gairah, sepakbola akan mati, yang ada hanya 22 orang yang berlarian di lapangan dan menendang bola. Itu omong kosong. Suporter lah yang menjadikan sepakbola menjadi sesuatu yang ISTIMEWA.”

SempreInter.com

Ultras, a Way of Life

Kami berbeda dari yang normal dan biasa. Berbeda dari rata-rata, dari yang umumnya ada. Kehormatan, totalitas, loyalitas dan persahabatan. Ultras adalah tentang nilai-nilai idealisme yang diterapkan sepanjang masa. Ultras bukan tentang yang terbaik atau yang teratas , melainkan tentang mentalitas. Mentalitas yang hanya ada pada Ultras. Mentalitas yang yang lebih kuat dari segala tekanan. Pelarangan masuk stadion dan jeruji penjara, tak ada yang dapat menghentikan kami. Kami Ultras, tindaslah kami, maka bara tekad kami akan semakin besar. Kami memercayai mentalitas Ultras. Sepakbola telah sakit, benar-benar sakit. Semuanya hanya tentang uang, uang dan uang. Sepakbola normal telah diabaikan, stadion tak pernah terisi penuh. Mereka menyalahkan Ultras, tapi kami tahu lebih baik daripada mereka.

Kamilah bagian termurni yang bertahan dari sepakbola. Kami mengeluarkan uang dari kantong pribadi kami dan menempuh ribuan kilometer ke segenap pelosok kota untuk mewakili kota kami, warna dan klub kami. Kekerasan bukan lagi yang terpenting, karena kalian akan selalu menemukan kekerasan dimanapun kalian berada, di setiap kebudayaan dan di setiap negara. Mereka mengatakan bahwa Ultras merusak sepakbola. Salah besar! Uang, doping, menyuap pemain dan membayar wasit serta pemain yang digaji tak masuk akal tingginya, itulah yang merusak sepakbola. Kamilah yang selalu meneriakkan dukungan bagi tim kami, setiap hari, setiap minggu. Salju, hujan dan teriknya matahari bukan masalah bagi kami. Kami membenci sistem kalian, kami melawan penindasan kalian, dan akan selalu begitu. Ayah-ayah kami dulu memenuhi Curva/Tribun, kini kami yang ada di sana, dan kelak putra-putra kami yang akan menggantikan. Kami akan menanamkan kepada mereka nilai-nilai yang kami anut, membuat mereka mengerti tentang mentalitas kami, sehingga mereka akan melalui jalan hidup yang sama dengan kami. Generasi tua hilang, generasi baru muncul, tetapi idealisme Ultras akan tetap sama sepanjang masa.

“As an ultra I identify myself with a particular way of life. We are different from ordinary supporters because of our enthusiasm and excitement. This means, obviously, rejoicing and suffering much more acutely than everybody else.”

Against Modern Football

Apa itu sepak bola modern ?
Seperti apa yang dimaksud ?
Apakah dampak dari sepak bola modern mempengaruhi bagi seorang supporter ?
Salah satu contohnya adalah Tim AUSTRIA SALZBURG yang sekarang telah berganti nama menjadi RED BULL SALZBURG dimana orang-orang kaya membeli tim itu lalu mengubah segalanya tentang tim itu. Mulai dari NAMA hingga WARNA tim itu. Bahkan supporter tim itu tak diperkenankan memakai Jarsey lama dari AUSTRIA SALZBURG, dan ini berarti SEPAK BOLA MODERN telah melupakan masa lalu, Sejarah tim dan Tradisi dari tim itu sendiri. Aspirasi dari supporter dan fans tidak dimasukkan sebagi pertimbangan untuk memutuskan sebuah keputusan dalam Sepak Bola Modern. Dan kini semata-mata Supporter hanyalah Uang berjangka yang terus mengalir untuk mendapatkan sebuah tiket dengan Harga yang lebih WOW dari sebelumnya. Tak ada yang peduli ketika perlahan para Fans pergi, dan memakai uang simpanannya untuk mendukung timnya dalam laga away, yang padahal biasanya hanya bermain di akhir pekan saja.

Selain itu tugas supporter yang seharusnya tetap BERDIRI kini hanya DUDUK dan menonton saja sambil sesekali meneriakan kekesalannya. Kini Tampilan tak diperbolehkan, tak ada kembang api, bendera dan Polisi pun kini bertindak lebih brutal terhadap supporter. Mereka menangkapi Supporter dengan tampilan yang dianggapnya sebagai biang kerusuhan dan melarangnya memasuki daerah stadion. Hanya dengan kecurigaan mereka bisa langsung menghakimi. Di eropa, semua supporter sudah muak diperlakukan seperti seorang penjahat dan di persulit akses menuju stadion . Semua kini di tentukan oleh Sponsor. Sponsor pula yang menentukan kapan pertandingan harus dimulai setelah memastikan sebagian besar pelanggannya duduk di depan TV.
Tapi usaha itu semua bagi kami hanyalah sia-sia saja, karena bagi kami:
⁠

1. Kami tidak mendukung sponsor yang berkontribusi pada permainan yang berlangsung selama seminggu full.
2. Kami tidak membeli produk di mana kita berpikir bahwa mereka memberikan kontribusi untuk mengubah sejarah sebuah tim ‘dan tradisi yang ada.
3. Kami menentang semua tempat duduk stadion. Kami akan BERDIRI dan mendukung tim kami !
4. Kami tidak akan menampilkan bendera dan spanduk yang diberikan kepada kita oleh pihak “sponsor” dan lebih baik memiliki yang lain dari pada nama kelompok kami atau nama tim kami diambil mereka.
5. Kami membenci musik disko sebelum, setelah dan di istirahat dari permainan, serta tarian menjijikan dan acara lainnya. Kami ada untuk menonton pertandingan sepak bola dan bukan teater cerdik!
6. Kami tidak ambil bagian dalam setiap jenis tampilan, semua diputuskan oleh orang lain dari luar fans kami. Tidak ada sponsor atau merek perusahaan yang dapat  memberitahu kita kapan dan bagaimana untuk menghibur dan menampilkan warna serta dukungan kami
7. Kami secara terbuka menerima setiap upaya untuk melestarikan gaya lama dukungan sepak bola dan bermain kami.
8. Kami seperti tim yang “baru” bersatu, kami mencoba untuk melestarikan tradisi dan masa lalu kami!

Image

SEJARAH INTER CLUB INDONESIA

Sejarah Inter Club Indonesia

Sejarah organisasi Inter Club Indonesia bermula dari mailing list \n inter-mania@yahoogroups.com yang dibentuk pada 30 Juli 2001. Tujuan awal dibuatnya mailing list ini adalah sebagai wadah untuk saling berbagi dan sarana untuk bertukar informasi seputar klub Inter Milan. Pada akhir juni 2003, teman-teman di mailing list ini ditawari untuk melakukan interview oleh SCTV yang sedang membuat format acara baru yaitu Centro Campo. Salah satu bentuk program acaranya adalah mengadakan wawancara dengan fans club Italia yang ada di Indonesia (Jakarta).

Berangkat dari kegiatan tersebut maka timbulah ide untuk mengadakan gathering di jakarta dan membentuk sebuah komunitas Interisti Indonesia. Maka pada hari Sabtu, 2 Agustus 2003, bertempat di Restoran McDonalds, Sarinah Thamrin, diadakanlah rapat pertama pembentukan pengurus Inter Club Indonesia yang antara lain dihadiri oleh Samgar, Sukowo, Luis Anthony, Andri, Alva dan Dani. Rapat tersebut bersifat informal dan bertujuan untuk membicarakan pembentukan organisasi Interisti Indonesia.

Tanggal 24 Agustus 2003 kembali diadakan gathering kedua rapat pembentukan pengurus di Food Court Mall Taman Anggrek, yang antara lain dihadiri oleh 10 orang Interista. Melalui rapat ini para anggota sepakat untuk memberi nama fans club yang akan dibentuk tersebut sebagai Internazionale Indonesia Fans Club (I2FC) dan juga penetapan nama-nama calon pengurus, sumber pendanaan dan rencana program jangka pendek. Akhirnya pada tanggal 25 Oktober 2003, bertempat di Royal Park Futsal Court terbentuklah organisasi Internazionale Indonesia Fans Club (I2FC) dengan ketua : Luis Anthony, Wakil Ketua 1 : Windra, WK2 : Moeswarah, Sekertaris : Jeany Yovita Kurniaty, Kabid Umum : Fritz Sitompul, Kabid Media & Promosi : Sukowo, Kabid Informasi : Ade Sutami dan Logistik : Riza Fisandy.

Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan oleh pengurus Internazionale Indonesia Fans Club (I2FC), seperti aktif di kegiatan sosial, silahturahmi dengan rekan-rekan fans club lain atau kunjungan silahturahmi ke kantor-kantor media. Tapi seiring dengan perjalanan waktu organisasi ini sempat vakum karena kesibukan para pengurusnya oleh pekerjaan dan keluarga sehingga waktu yang tersedia untuk menjalankan roda organisasi semakin sedikit.

Kepengurusan Periode 2006-2008

Pada akhir 2006 tepatnya tanggal 10 September 2006, para anggota Internazionale Indonesia Fans Club (I2FC) kembali berkumpul mengadakan gathering sekaligus mengadakan rapat pembentukan pengurus di Food Court Mall Taman Anggrek untuk menghidupkan roda organisasi yang sempat vakum karena kesibukan para pengurusnya. Hasil rapat/gathering pembentukan kepengurus tersebut antara lain adalah :
* Menyatakan dibentuknya kepengurusan baru dengan nama Inter Club Indonesia (ICI) dan sekaligus menyatakan berakhirnya kepengurusan Internazionale Indonesia Fans Club (I2FC) lama.
* Bahwa periode kepengurusan yang baru disepakati selama 2 (dua) tahun masa kerja yaitu sejak 10 September 2006 sampai dengan 10 September 2008.
* Struktur Kepengurusan ICI periode 2006-2008 terdiri atas : Penasehat (Fritz dan Kowoy), Ketua (Dipa Aulia), dan didukung 6 bidang yaitu : Bendahara (Rudolf Maurits), Humas (Oki dan Sagie), Keanggotaan (Deri), Olah raga (Satya), Merchandise (Sagie dan Kabul), Dokumentasi (Satya dan Abu R)

Seiring dengan meningkatnya prestasi Inter sejak era kepelatihan Mancini, member Inter Club Indonesia pun semakin meningkat dan diharapkan akan terus berkembang. Kegiatan2 yang dilakukan rutin oleh ICI antara lain kegiatan olah raga (futsal), nonton bareng, merupakan sarana untuk lebih mempererat rasa kekeluargaan dan kekompakan diantara anggota.

Kepengurusan Periode 2008 – 2011

Bertempat di Izzi Pizza Pancoran, Minggu 12 Oktober 2008, ICI mengadakan acara gathering untuk memilih pengurus2 baru untuk menggantikan pengurus lama yang habis masa jabatannya. Program kerja kepengurusan baru ini terfokus kepada persiapan untuk menjadi Official Fans Club yang diakui oleh FC INTER, menjadi bagian dari Inter Club yang telah ada sebelumnya dan tersebar di seluruh dunia. Semoga cita2 luhur dan impian setiap Interisti Indonesia ini dapat menjadi kenyataan.

Inter ke Indonesia, ICI Resmi Ganti Nama

Kedatangan Inter Milan ke Indonesia pada bulan Mei 2012 kemarin ternyata tak sekadar menggelar partai eksebisi. Raksasa Serie A itu juga ikut meresmikan pergantian nama kelompok suporter Inter di Indonesia, Inter Club Indonesia (ICI).

Terhitung mulai tanggal 23 Mei 2012, ICI resmi berganti nama menjadi ICI Moratti. Peresmian dilakukan staf dan para pemain Inter saat acara meet and greet pada 23 Mei lalu di Hotel Mulia.

“Lewat rapat pengurus pusat, ICI telah resmi berganti nama menjadi Inter Club Indonesia Moratti (ICI Moratti). Ini untuk menghormati Presiden Inter Milan, Massimo Moratti. Moratti yang menjadi Presiden saat ini dianggap telah sukses membawa kejayaan Inter,” ujar Johan Satrya selaku Humas ICI Moratti, Sabtu 26 Mei 2012.

“Peresmian ICI Moratti dihadiri oleh CEO Inter Milan, Ernesto Paolilo dan juga Presiden Inter Club, Bedy Moratti, serta pelatih Andrea Stramaccioni. Beberapa pemain juga hadir yakni Walter Samuel, Esteban Cambiasso, dan beberapa pemain Primavera,” lanjutnya.

Menurut Johan, penambahan nama di belakang ICI karena setiap Inter Club di berbagai negara memiliki nama belakang. Ada yang menggunakan ICI Zanetti, ICI Facchetti, dan lain-lain. Setelah melalui rapat pengurus, nama ICI Moratti yang digunakan.

“Dengan resminya pergantian nama ini, berbagai akses bisa diperoleh anggota ICI Moratti. Di antaranya, merchandise resmi, member kit, dan logo,” kata Johan.

web resmi: http://www.interclubindo.com
forum ICI Moratti: http://forum.interclubindo.com/

FORZA INTER !

Link Facebook dan akun Twitter Regional ICI Moratti:

ICI MORATTI ATJEH

Twitter: @ICI_ATJEH

ICI MORATTI AMBON

Twitter: @ICI_Ambon
 

ICI MORATTI BALI

Twitter: @ICI_Bali
 

ICI MORATTI BALIKPAPAN

Twitter: @ICI_Balikpapan
 

ICI MORATTI BANDUNG
Twitter: @ICI_Bandung
 

ICI MORATTI BANJARMASIN
Twitter: @ICI_Banjarmasin

ICI MORATTI BANJARBARU
Twitter: @ICIMBanjarbaru

ICI MORATTI BATAM

Twitter: @ICI_Batam

ICI MORATTI BATURAJA
Twitter: @ICI_Baturaja
 

ICI MORATTI BEKASI
Twitter: @ICI_Bekasi

ICI MORATTI BELITONG
Twitter: @ICI_Belitong

ICI MORATTI BENGKULU

Twitter: @ICI_Bengkulu

ICI MORATTI BINJAI
Twitter: @ICI_Binjai 

ICI MORATTI BITUNG
Twitter: @ICI_Bitung

ICI MORATTI BLITAR
Twitter: @ICI_BlitarRaya 
 

ICI MORATTI BOGOR

Twitter: @ICI_Bogor

ICI MORATTI BOJONEGORO
Twitter: @ICI_Bojonegoro
 
ICI MORATTI BONE
Twitter: @ICI_Bone

 

ICI MORATTI BONTANG
Twitter: @ICI_BONTANG

ICI MORATTI BREBES
Twitter: @ICI_BREBES

ICI MORATTI CIAMIS
Twitter: @ICI_Ciamis
 

ICI MORATTI CIANJUR

Twitter:  @ICI_Cianjur

ICI MORATTI CIKARANG
Twitter:  @ICI_CIKARANG 

ICI MORATTI CILACAP
Twitter:  @ICI_Cilacap
 

ICI MORATTI CILEGON
Twitter:  @ICI_Cilegon 

ICI MORATTI CIREBON
Twitter:  @ICI_Cirebon 

ICI MORATTI DEPOK

Twitter: @ICI_Depok

ICI MORATTI DUMAI
Twitter: @ICI_Dumai

ICI MORATTI GARUT
Twitter: @ICI_GARUT
 

ICI MORATTI GORONTALO

Twitter: @ICI_Gorontalo  

ICI MORATTI GRESIK
Twitter: @ICI_Gresik
 
ICI MORATTI INDRAMAYU
Twitter: @ICI_Indramayu
 

ICI MORATTI JAKARTA

Twitter: @ICI_Jakarta

ICI MORATTI JAMBI
Twitter: @ICI_Jambi
 

ICI MORATTI JATINANGOR 

Twitter: @ICI_Jtnangor

ICI MORATTI JAYAPURA
Twitter: @ICI_Jayapura

ICI MORATTI JEMBER
Twitter: @ICI_Jember
 

ICI MORATTI JEPARA
Twitter: @ICI_Jepara
 

ICI MORATTI JOGJA

Twitter: @ICI_Jogja 

ICI MORATTI JOMBANG
Twitter: @ICI_JOMBANG

ICI MORATTI KARAWANG
Twitter: @ICI_Karawang

ICI MORATTI KEBUMEN

Twitter: @ICI_Kebumen

ICI MORATTI KEDIRI
Twitter: @ICI_Kediri

ICI MORATTI KENDAL
Twitter: @ICIKendal

ICI MORATTI KENDARI

Twitter: @icim_kendari

ICI MORATTI KLATEN

Twitter: @ICI_Klaten

ICI MORATTI KOTAWARINGIN BARAT
Twitter: @ICI_KOBAR

ICI MORATTI KUDUS
Twitter: @ICI_KUDUS
ICI MORATTI KUNINGAN
Twitter: @ICI_Kuningan 

ICI MORATTI KUPANG

Twitter: @ICI_Moratti_Kpg

ICI MORATTI LAMONGAN
Twitter: @ICI_M_Lamongan
ICI MORATTI LAMPUNG
Twitter: @ICI_Lampung

  Rayon Metro

ICI MORATTI LHOKSEUMAWE

Twitter: @ICI_Lhokseumawe

ICI MORATTI MADIUN
Twitter: @ICI_MADIUN
 

ICI MORATTI MAGELANG
Twitter: @ICI_Magelang 

ICI MORATTI MAJALENGKA

Twitter: @ICI_Majalengka

ICI MORATTI MAKASSAR

Twitter: @ICI_Makassar 

ICI MORATTI MALANG

Twitter: @ICI_Malang
 

ICI MORATTI MANADO

Twitter: @ICI_Manado
 

ICI MORATTI MATARAM
Twitter: @ICI_MATARAM 

ICI MORATTI MEDAN
Twitter: @ICI_Medan
 

ICI MORATTI MOJOKERTO

Twitter: @ici_mojokerto
 

ICI MORATTI PADANG

Twitter: @ICI_Padang

ICI MORATTI PALANGKA RAYA

Twitter: @ICI_PLK
 

ICI MORATTI PALEMBANG
Twitter: @ICI_Palembang 

ICI MORATTI PALU

Twitter: @ICI_M_Palu

ICI MORATTI PASER

Twitter:  @ici_paser

ICI MORATTI PASURUAN

Twitter: @ICI_Pasuruan
 

ICI MORATTI PEKALONGAN
Twitter: @ICI_PEKAONGAN
 

ICI MORATTI PEKANBARU
Twitter: @ICI_Pekanbaru 

ICI MORATTI PEMALANG

Twitter: @ICI_Pemalang

ICI MORATTI PONOROGO
Twitter: @ICI_REOG

ICI MORATTI PONTIANAK
Twitter: @ICI_Pontianak 

ICI MORATTI PURWAKARTA
Twitter: @ICI_Purwakarta
 

ICI MORATTI PURWOKERTO
Twitter: @ICI_Purwokerto
 

ICI MORATTI SALATIGA

Twitter: @ICI_SALATIGA
 

ICI MORATTI SAMARINDA
Twitter: @ICI_Samarinda 

ICI MORATTI SEMARANG

Twitter: @ICI_Semarang
 

ICI MORATTI SANGATTA
Twitter: @ICI_Sangatta
 

ICI MORATTI SERANG
Twitter: @ICI_SERANG 

ICI MORATTI SIDOARJO
Twitter: @ici_sda
ICI MORATTI SOLO

Twitter: @ICI_Solo
 

ICI MORATTI SORONG
Twitter: @ICI_Sorong

ICI MORATTI SUBANG

Twitter: @ICI_Subang
 

ICI MORATTI SUKABUMI
Twitter: @ICI_Sukabumi 

ICI MORATTI SUMEDANG
Twitter: @ICI_Sumedang
ICI MORATTI SUMENEP
Twitter: @ICI_Sumenep
ICI MORATTI SURABAYA
Twitter: @ICI_Surabaya 

ICI MORATTI TANGERANG RAYA
Twitter: @ICI_TangRay 

ICI MORATTI TANGERANG SELATAN
Twitter: @ICI_TANGSEL 

ICI MORATTI TANJUNG PINANG
Twitter: @ICI_TgPinang
ICI MORATTI TARAKAN
Twitter: @ICI_Tarakan
ICI MORATTI TASIKMALAYA
Twitter: @ICI_Ciamis

ICI MORATTI TEGAL

Twitter: @ICI_Tegal

ICI MORATTI TEMBILAHAN
Twitter: @ICI_Tembilahan

ICI MORATTI TENGGARONG
Twitter: @ICI_Tenggarong

ICI MORATTI TERNATE 
Twitter: @ICI_Ternate
ICI MORATTI TIMIKA
Twitter: @ICI_Timika

ICI MORATTI TOLI-TOLI
Twitter: @ICI_Tolitoli
ICI MORATTI TOMOHON
Twitter: @ICI_Tomohon

ICI MORATTI TUBAN
Twitter: @ICI_Tuban

ICI MORATTI TULUNG AGUNG
Twitter: @ICI_Tulungagung

ICI MORATTI WONOGIRI
Twitter: @ICI_Wonogiri

 

*daftar belum lengkap dan klo ada kesalahan link mohon dikoreksi.. thanks*
sumber: http://inter-milan-indonesia.blogspot.ca/2012/06/inter-club-indonesia-moratti-ici.html